Pages

Minggu, 02 September 2012

Remember! You Will Dead


Kamis, 30 Agustus 2012
Hari ini masa Orientasi Pengenalan Akademik  atau yang disingkat menjadi OPAK 2012 berakhir. Sudah dari hari Selasa, 28 Agustus dimulai –tadinya mau Senin tapi mungkin karena beberapa alasan diundur menjadi Selasa-. Banyak sekali kegiatan pengenalan-pengenalan yang berhubungan dengan ke-UINan. Mulai dari bidang Akademik, bidang Administrasi dan Keuangan, mengenai UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan UKK (Unit Kegiatan Kampus) juga masih banyak lagi yang mereka jelaskan mengenai UIN SGD Bandung.
Hari terakhir memang selalu menjadi hari yang mengesankan. Begitu pun dengan kegiatan OPAK kali ini. Setelah berbagai pengenalan-pengenalan dan materi kita dapatkan dari beberapa dosen dan orang-orang penting di Fakultas dan jurusan, akhirnya sampailah kita pada acara terakhir yaitu ESQ. Fakultas Dakwah dan Komunikasi termasuk salah satu fakultas yang beruntung karena diadakannya ESQ ini
Awal dari acara ini adalah tayangan dari film “2012” yang turut beredar saat gosip tentang kiamat yang terjadi pada tahun 2012 beredar. Ditayangkan pula gambaran tentang seorang manusia yang tampilannya semakin diperkecil, diperkecil , dan diperkecil lagi sampai jaraknya beberapa ribu mil cahaya pertahun. Setelah semakin lama, hati rasanya semakin tersentuh . Begitu banyak dosa yang selama ini saya perbuat, begitu banyak kesombongan dan keangkuhan manusia di muka bumi ini. Padahal jika mereka mau  menyadari, manusia bahkan bumi sekalipun  tidak ada apa-apanya. Hanyalah sebuah titik kecil bahkan tak terlihat jika dibandingkan dengan jagat raya ini. Kesombongan yang dilakukan manusia bagaikan menantang Tuhannya. Mereka merasa tidak takut dan tidak pernah menganggap bahwa Tuhan mereka itu ada, tidak pernah tidur dan tidak pernah berpaling.
Satu tayangan lagi yang membuat saya semakin merasa bahwa saya adalah manusia yang jauh dari kata benar, manusia yang jauh dari kata solehah. Yaitu ketika seorang ibu yang sedang menjalani operasi sesar, kami semua di suruh membayangkan bahwa itu adalah ibu kita. Sungguh, aku tidak tega melihatnya. Melihat perut seorang ibu yang dirobek-robek bagaikan daging-daging di pasar.  Demi keluarnya anaknya dengan selamat. Demi melihat anaknya tersenyum riang di dunia seorang ibu rela mengorbankan hidupnya. Ketika seorang ibu ditanya akan keselamatan diri atau anaknya. Mereka dengan tegas akan memilih keselamatan anaknya walaupun nyawa mereka sendirilah taruhannya. Pengorbanan seorang ayah yang rela menahan rindu pada keluarga selama berbulan-bulan demi kelangsungan hidup dan masa depan anak-anaknya. Tapi apa balasan kita pada mereka. Membohonginya dengan cara pacaran sembunyi-sembunyi padahal itu dilarang oleh mereka? Meyusahkannya dengan menipu mereka demi mendapatkan uang untuk sekedar gaya-gayaan? Membebaninya dengan berperilaku yang tidak baik dalam kehidupan dan pergaulan? Di mana balas budi kita sebagai seorang anak? Di mana hatimu? Tidakkah kamu merasa kasian pada ibumu yang hampir keriput dan rambutnya mulai ditumbuhi uban? Tidakkah kamu merasa prihatin pada bapakmu yang terus memeras keringat demi melihat anaknya bisa setara dengan anak-anak orang lain? Melihat anaknya memiliki pakaian yang bagus agar tidak dihina orang lain. Melihat anaknya bisa mengenyam pendidikan tinggi agar tidak dilecehkan orang lain. Ingatlah kawan, muliakanlah ibu dan bapakmu. Bahagiakanlah hati mereka. Mereka tidak pernah meminta balas jasa darimu. Seberapa pun mereka berkorban mengeluarkan uang hasil jerih payahnya seharian mereka tidak akan meminta ganti rugi barang sepeserpun.
Ingatlah! Hidup kita di dunia ini hanya sementara janganlah kau isi hanya dengan hal-hal yang sia-sia dan tidak berguna. Ingatlah, kita semua akan mati !!  Saya menulis hal ini bukan berarti saya adalah orang paling baik, orang paling benar. Marilah kita sama-sama berusaha untuk menjadi yang terbai k untuk orang tua, agama, bangsa, dan untuk diri kita sendiri. ^^

0 komentar:

Posting Komentar